BIOLOGI ECO FRIENDLY 2025
Lingkungan hidup saat ini menghadapi berbagai permasalahan serius, salah satunya adalah meningkatnya volume sampah yang sulit terurai, terutama plastik sekali pakai. Berdasarkan data KLHK, timbulan sampah nasional pada tahun 2024 diperkirakan mencapai sekitar 70 juta ton dengan sampah plastik mendekati 10 juta ton. Sementara itu, pada tahun 2025 jumlah timbunan sampah masih berada pada kisaran 70,8 juta ton dengan proporsi plastik sekitar 9,9 juta ton. Sampah plastik menjadi ancaman besar karena membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alami. Di sisi lain, sampah organik yang jumlahnya mendominasi lebih dari 50% belum dikelola secara optimal, padahal berpotensi besar untuk diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi pertanian maupun penghijauan lingkungan.
Sebagai bagian dari
institusi pendidikan, kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menumbuhkan
kepedulian lingkungan pada generasi muda. Konsep green campus atau
kampus hijau menjadi semakin relevan dalam menjawab tantangan perubahan iklim,
degradasi lingkungan, serta menurunnya kualitas udara dan tanah. Perguruan
tinggi dituntut tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi
juga motor penggerak perubahan sosial menuju keberlanjutan lingkungan.
Dalam konteks inilah, Biology
Eco Friendly (BEF) 2025 diselenggarakan oleh mahasiswa Rumpun Biologi FMIPA
Unesa. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembelajaran kontekstual dan
pengabdian lingkungan, di mana mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi
juga mengaplikasikannya dalam bentuk aksi nyata. Dengan mengusung tema “Inspiring
Actions for a Sustainable Future”, BEF 2025 diharapkan mampu menjadi
inspirasi bagi mahasiswa dan masyarakat untuk berperilaku lebih ramah
lingkungan, sekaligus berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development
Goals (SDGs), khususnya poin ke-12 (Responsible Consumption and Production)
dan poin ke-15 (Life on Land).
Biology Eco Friendly
2025 bertujuan menumbuhkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya pola
konsumsi sehat dan ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diarahkan
untuk membiasakan diri membawa bekal dengan wadah yang dapat digunakan kembali
sehingga dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, kegiatan
ini memberikan edukasi tentang pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik
cair (POC) dan pupuk berbasis limbah seperti cangkang telur dan ampas kelapa.
Pupuk organik ini sangat penting karena penggunaan pupuk kimia berlebihan dapat
menurunkan kesuburan tanah dan meningkatkan emisi gas rumah kaca. Oleh karena
itu, pengolahan sampah menjadi pupuk organik merupakan solusi ekologis dan
ekonomis yang dapat mendukung keberlanjutan pertanian serta menjaga kualitas
tanah.
Tujuan lainnya adalah
meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan kampus melalui
aksi bersih-bersih dan penanaman tanaman obat keluarga (TOGA). Penanaman TOGA
menjadi relevan karena selain mempercantik lingkungan, tanaman ini juga memiliki
fungsi kesehatan. Sebagai contoh, temulawak, kunyit, dan kencur yang sering
digunakan sebagai TOGA terbukti memiliki kandungan bioaktif yang bermanfaat
sebagai antioksidan dan imunomodulator. Dengan menanam TOGA di area green
house FMIPA, mahasiswa tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan tetapi
juga berkontribusi pada penyediaan sumber daya hayati yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan BEF 2025
dilaksanakan pada Sabtu, 20 September 2025 di area FMIPA Unesa yang meliputi area
depan gedung C10, area depan gedung C14, area parkiran FMIPA, dan green house
FMIPA. Sebelumnya, technical
meeting diadakan secara daring pada 6 September 2025 melalui Zoom
Meeting untuk memberikan arahan dan penjelasan teknis kepada peserta.
Peserta kegiatan
merupakan mahasiswa aktif Rumpun Biologi Angkatan 2024 dan 2025 FMIPA Unesa
yang dibagi menjadi empat belas kelompok. Sistem kelompok ini dirancang agar
setiap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sarapan
sehat, pembuatan pupuk organik, aksi tanam, hingga eksplorasi tumbuhan.
Pembagian ini juga memudahkan panitia dalam mengatur alur kegiatan sehingga
seluruh peserta mendapatkan pengalaman belajar yang seimbang.
Rangkaian kegiatan Biology
Eco Friendly (BEF) 2025 dirancang untuk menumbuhkan kesadaran ekologis
mahasiswa melalui pengalaman nyata yang edukatif. Kegiatan dibuka dengan EcoBites,
yaitu sarapan sehat bersama menggunakan wadah ramah lingkungan. Meski
sederhana, kebiasaan ini penting karena mengajarkan pola makan bergizi seimbang
sekaligus mengurangi sampah plastik sekali pakai. Selanjutnya, mahasiswa diajak
mengikuti EcoBrew, praktik pembuatan pupuk organik cair dari sisa sayur
dan buah yang difermentasi dengan bioaktivator alami berupa air cucian beras.
Proses ini memperlihatkan bagaimana limbah dapur yang semula dianggap tidak
berguna dapat diolah menjadi produk ramah lingkungan yang kaya nutrisi bagi
tanaman.
Setelah itu, semangat
kepedulian lingkungan diperkuat melalui EcoGrow Action, yakni kegiatan
bersih-bersih sekaligus penanaman tanaman obat keluarga di area green house
FMIPA. Aksi ini tidak hanya memperindah lingkungan kampus, tetapi juga
menghidupkan fungsi green house sebagai laboratorium hidup bagi
mahasiswa. Pengolahan limbah kemudian kembali ditekankan dalam EcoNPK,
yaitu pembuatan pupuk organik dari bahan anorganik alami, seperti cangkang
telur yang kaya kalsium untuk memperbaiki pH tanah serta ampas kelapa yang
bermanfaat menambah unsur kalium. Terakhir, rangkaian ditutup dengan
EcoAdventure, sebuah eksplorasi edukatif yang menanamkan wawasan baru kepada
mahasiswa apa saja jenis-jenis sampah serta memanfaatkan aplikasi PlantNet
untuk mengenali keanekaragaman tumbuhan di sekitar FMIPA. Melalui kombinasi
pengamatan lapangan dan permainan interaktif tentang pengelolaan sampah,
mahasiswa belajar secara menyenangkan sekaligus bermakna.
Keseluruhan kegiatan BEF
2025 ini menunjukkan bagaimana ilmu biologi dapat diterapkan dalam keseharian.
Mulai dari pola konsumsi, pengolahan limbah, penghijauan, hingga pemanfaatan
teknologi, semuanya diarahkan untuk membentuk budaya ramah lingkungan di kampus.
Pelaksanaan Biology
Eco Friendly (BEF) 2025 membawa sejumlah dampak positif yang signifikan
bagi mahasiswa maupun lingkungan kampus. Dampak pertama terlihat dari
meningkatnya kesadaran mahasiswa dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan,
khususnya melalui kebiasaan membawa wadah makanan dan botol minum isi ulang.
Data observasi menunjukkan bahwa lebih dari 70% peserta berhasil konsisten
melaksanakan kebiasaan ini sepanjang kegiatan, dan sebagian mahasiswa bahkan menyatakan
akan melanjutkan praktik tersebut dalam aktivitas sehari-hari di luar acara.
Hal ini menandakan bahwa BEF 2025 berhasil memantik perubahan perilaku nyata,
bukan hanya pengetahuan teoretis.
Dampak selanjutnya tampak
pada aspek praktis pemanfaatan limbah. Melalui kegiatan pembuatan pupuk organik
cair dan pupuk berbasis limbah anorganik alami, mahasiswa menghasilkan produk
nyata yang dapat langsung digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah di area green
house. Produk ini bukan sekadar hasil praktik, tetapi benar-benar
diaplikasikan untuk memperkaya media tanam, sehingga memberi kontribusi
berkelanjutan terhadap keberlangsungan koleksi tanaman di kampus. Kegiatan ini
juga memperkenalkan mahasiswa pada teknologi tepat guna yang bisa diterapkan di
masyarakat, terutama dalam konteks pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah
lingkungan.
Lalu meningkatnya kualitas lingkungan fisik di sekitar kampus juga menjadi dampak dari kegiatan ini. Aksi bersih-bersih dan penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) di green house FMIPA tidak hanya menambah koleksi tanaman baru, tetapi juga memperkuat fungsi green house sebagai living laboratory. Lingkungan yang bersih, hijau, dan tertata rapi memberikan atmosfer belajar yang lebih kondusif sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan mahasiswa terhadap fasilitas kampus.
Selain manfaat ekologis, BEF 2025 juga menghasilkan dampak sosial berupa tumbuhnya rasa kebersamaan, solidaritas, dan tanggung jawab kolektif. Kolaborasi mahasiswa lintas angkatan dalam setiap kegiatan menciptakan suasana harmonis yang mempererat hubungan sosial. Hal ini tampak jelas dalam kegiatan EcoAdventure, di mana mahasiswa berpartisipasi aktif mengenali tumbuhan menggunakan aplikasi PlantNet sekaligus mengikuti permainan edukatif. Suasana kompetitif namun menyenangkan menjadikan pembelajaran lebih interaktif, sehingga mahasiswa tidak sekadar menjadi penerima informasi, tetapi juga aktor utama dalam proses pembelajaran.


Melalui Biology Eco
Friendly 2025, diharapkan mahasiswa FMIPA Unesa tidak hanya memperoleh
pengetahuan baru, tetapi juga membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan
sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti membawa wadah bekal sendiri, mengolah
sampah menjadi pupuk, serta peduli pada kebersihan lingkungan merupakan langkah
kecil yang dapat memberi dampak besar dalam jangka panjang.
Lebih dari itu, kegiatan
ini diharapkan menjadi inspirasi bagi program serupa di fakultas maupun
universitas lain. Dengan konsistensi dan inovasi, BEF berpotensi berkembang
menjadi program unggulan yang memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya
ekosistem kampus hijau yang berkelanjutan. Harapan terbesar adalah terwujudnya
lingkungan akademik yang sehat, bersih, dan produktif, di mana mahasiswa,
dosen, dan masyarakat sekitar dapat bekerja sama menjaga alam demi masa depan
yang lebih baik.