BIOLOGI MENGABDI 2025
Sebagai bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengabdian kepada masyarakat memiliki peran krusial dalam mewujudkan kontribusi nyata mahasiswa terhadap pembangunan dan kesejahteraan bangsa. Dengan mengacu pada Undang - Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, telah disebutkan bahwa Institusi Perguruan Tinggi memiliki suatu bentuk tanggung jawab sosial yakni dalam rangka pembangunan nasional. Hal ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional Pasal 20 Ayat 3, yang menerangkan bahwa Perguruan Tinggi berkewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan, penelitian, serta pengabdian. Artinya, pengabdian masyarakat merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh segenap civitas akademika dengan memberdayakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan tujuan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat pun juga sebagai salah satu upaya untuk mencapai tujuan Negara Indonesia, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, yang salah satunya dapat diwujudkan melalui peningkatan literasi anak-anak di Indonesia terutama pada jenjang sekolah dasar.
Desa Mejoyo, yang terletak di Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, juga menyimpan potensi sumber daya alam dan sejarah yang menarik. Masyarakat desa ini dikenal dengan keramahannya dan semangat untuk belajar hal-hal baru. Desa Mejoyo memiliki jejak sejarah dan tradisi lokal yang patut untuk digali dan dilestarikan.Pemerintah desa di Mejoyo juga aktif dalam memberdayakan masyarakatnya, dengan fokus pada pengembangan UsahaMikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian desa. Upaya-upaya peningkatan kualitas produk lokal dan akses pasar terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Oleh karena itu kegiatan biologi mengabdi ini dilakukan di Desa Mejoyo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.
Sebelum melakukan pengabdian, kami melakukan kegiatan Charity di Taman Bungkul Surabaya yang dilakukan sebanyak 2 kali dengan perwakilan dari tiap departemen dan perwakilan dari KM Bioniccal. Minggu pertama Charity dilaksanakan pada Minggu, 11 Mei 2025 di pagi hari yang dihadiri oleh BPH, perwakilan departemen Agama, P&K, PSDM, Bakmi, Kominfo, KWU, Adham, dan 2 orang perwakilan dari KM Bioniccal. BCB ( Biologi Charity dan Berbagi ) merupakan suatu agenda yang bertujuan mengajak mahasiswa untuk melakukan kegiatan berbagi dengan Charity (penggalangan dana) dan open donasi. Charity dilakukan di Taman Bungkul Surabaya dengan kegiatan live music untuk menggalang dana. Hasil Charity dan open donasi tersebut digunakan untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan di Desa Mejoyo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.
Pelaksanaan Charity pada Minggu pertama ini dihadiri sebanyak 20 orang dan mendapatkan hasil dana sebesar Rp741.700,00. Kemudian pada Minggu kedua Charity dilaksanakan pada Minggu, 18 Mei 2025 di pagi hari yang dihadiri oleh BPH, perwakilan departemen Agama, P&K, Bakmi, Kominfo, KWU dan 1 orang tamu undangan dikarenakan cuaca yang kurang kondusif. Pelaksanaan Charity minggu kedua ini dihadiri sebanyak 14 orang dan mendapatkan hasil hasil dana sebesar Rp417.882,00. Dalam kegiatan ini dilakukan oleh fungsionaris HMP Pendidikan Biologi “Nanas Merah” FMIPA Unesa secara bergiliran. Hasil dana Charity ini disalurkan berupa sembako beras, gula, mie instan, dan juga teh kepada masyarakat Desa Mejoyo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto yang kurang mampu melalui kegiatan Bakti Sosial yang dilaksanakan pada kamis, 17 Juli 2025 pada saat pengabdian.

Biologi Mengabdi merupakan salah satu program kerja Departemen Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan HMP Pendidikan Biologi “Nanas Merah” FMIPA Unesa periode 2025/2026 yang dilakukan selama satu minggu. dimulai dari tanggal 13 Juli 2025 sampai dengan 19 Juli 2025 secara offline di Desa Mejoyo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.Biologi Mengabdi tahun ini memfokuskan kegiatannya pada peningkatan literasi anak-anak di Indonesia, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Ini adalah upaya konkret kami untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan tujuan negara. Dengan mengintegrasikan kebiasaan literasi pada setiap kegiatan Biologi Mengajar di sekolah, kami berharap dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap membaca dan secara signifikan meningkatkan kemampuan literasi mereka.Selain itu, kami juga akan mengadakan workshop pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi sektor UMKM setempat, terutama mereka yang banyak menggunakan minyak goreng, dengan menyediakan alternatif produk yang inovatif dan bernilai ekonomis.
Rangkaian kegiatan pengabdian selama satu minggu yaitu ada biologi mengajar, TPQ, latihan pensi, PELITA (Peduli Lingkungan Kita), pendataan siswa/santri, lomba keagamaan, bimbingan belajar, edukasi menabung, edukasi sampah organik dan anorganik, edukasi berita hoax, sosialisasi kesehatan mata, Workshop lilin aromaterapi dari minyak jelantah, medical check up, awarding KASI(Kompetisi Agama dan Seni Islam), Awarding Pentas Seni, sosialisasi bullying, ASA(Aksi Sadar Alam), Bakti Sosial, dan bazar KWU.
terserPada hari pertama ada
kegiatan pembukaan acara yang dilakukan pada malam hari dihadiri oleh 17 tamu undangan perangkat
desa.Pada hari kedua hingga hari kelima yakni pada
tanggal 14 hingga 18 Juli 2025 selama
Biologi Mengabdi ada beberapa kegiatan
yang dilakukan secara rutin
yaitu ada kegiatan biologi mengajar, PELITA (Peduli Lingkungan Kita), latihan
pensi, TPQ, sosialisasi kesehatan mata dan
bimbingan belajar. Pada hari ketiga ada tambahan kegiatan yaitu sosialisasi bullying lalu hari keempat pada tanggal
16 Juli 2025 ada beberapa tambahan kegiatan seperti kegiatan ASA (Aksi Sadar
Alam) lalu ada Medical Check Up dan
ada kegiatan lomba kegamaan yakni KASI (Kompetisi Agama dan Seni Islam), dan
awarding lomba keagamaan yang dilaksanakan di TPQ Al Mubarok Desa Mejoyo. Pada hari kelima
yakni pada tanggal 17 Juli 2025 kegiatan biologi
mengajarnya adalah membuat
proyek, dan ada juga
beberapa kegiatan tambahan
seperti kegiatan PELITA (Peduli
Lingkungan Kita), pemeriksaan jentik-jentik dan pemberian obat ABATE
yang berkolaborasi dengan tim jumantik dari desa Mejoyo dan workshop pelatihan pembuatan lilin aromaterapi
yang dihadiri oleh 18 orang,
lalu ada kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako kepada 30 warga
Desa Mejoyo yang kurang mampu. Pada hari keenam yakni pada tanggal 19 Juli 2025
dilaksanakan kegiatan penutupan sekaligus pentas seni yang dilakukan pada malam
hari di balai Desa Mejoyo yang dihadiri oleh 45 wali murid, 68 panitia, dan 64 tamu undangan.


Dengan demikian, rangkaian kegiatan Biologi Mengabdi 2025
(BIOMENG 2025) ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian kepada
masyarakat serta memberikan kontribusi bagi masyarakat desa setempat.